BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Belajar merupakan aktifitas individu yang melakukan
belajar, yaitu proses kerja faktor internal. Menurut Peaget belajar adalah
proses penyesuaian atau adaptasi melalui asimilasi dan akomodasi antara
stimulasi dengan unit dasar kognisi seseorang yang oleh Peaget menjadi schema.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika yang bersangkutan dapat
menunjukkan perubahan perilakunya.
Proses belajar dapat kita lihat dalam kehidupan
sehari-hari. Belajar adalah mengubah tingkah laku siswa dari tidak bisa menjadi
bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan tugas guru adalah mengontrol
stimulus dan lingkungan belajar agar perubahan mendekati tujuan yang
diinginkan, dan guru pemberi hadiah siswa yang telah mampu memperlihatkan
perubahan bermakna sedangkan hukuman diberikan kepada siswa yang tidak mampu
memperlihatkan perubahan makna.
Oleh karenanya, dalam rangka memenuhi tugas mata
kuliah Belajar dan Pembelajaran kelompok kami menyusun makalah Konsep
Dasar Belajar dengan Landasan Teologis dan Landasan Filosofisnya.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah-masalah yang dapat dirumuskan dari pemaparan di atas antara lain
:
1.
Apakah yang dimaksud dengan belajar
?
- Apa landasan teologis yang terkait dengan belajar ?
- Apa landasan filosofis yang terkait dengan belajar ?
C. Tujuan
1. untuk
mengetahui arti belajar
2.
untuk memahami pentingnya belajar
3. untuk
mengetahui manfaat belajar
|
||||
|
||||
D. Manfaat Makalah
Adapun manfaat penyusunan makalah ini bagi
penulis ialah sebagai media untuk menambah pengetahuan tentang arti belajar. Dan penulis
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menunjang materi
perkuliahan belajar dan pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Belajar
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kata belajar berasal
dari kata “ajar” yang artinya petunjuk yang diberikan kepada orang lain supaya
diketahui. Kata ajar tersebut diberi imbuhan awal be- menjadi belajar yang
artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan.
Belajar merupakan kunci yang paling penting dari setiap
usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada
pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang
luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan,
misalnya psikologi pendidikan dan psikologi belajar.
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan
makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan karena kemampuan berubah karena
belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari makhluk-makhluk
lainnya, sehingga ia terpilih sebagai khalifah di muka bumi ini. Melalui
belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan
keputusan-keputusan penting dalam hidupnya.
Belajar
adalah kegiatan yang berproses dalam menggunakan unsur yang sangat fundamental
dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa
berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada
proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun
berada di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.
Oleh karenanya, pemahaman yang benar mengenai belajar dengan
segala aspekdan bentuk mutlak diperlukan
oleh para pendidik. Kekeliruan atau ketidak lengkapan persepsi mereka terhadap
proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya mungkin akan mengakibatkan
kurang bermutunya hasil belajar yang dicapai peserta didik.
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata
menghapalkan atau mengumpulkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi
atau meteri pelajaran. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera
merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan
(verbal) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang di
ajarkan oleh pengajar.
|
|
1. S. Nasution M.A., mendefenisikan belajar sebagai perubahan kelakuan,
pengalaman dan latihan. Jadi belajar membawa suatu perubahan pada diri individu
yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai sejumlah pengalaman, pengetahuan,
melainkan juga membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, minat,
penyesuaian diri. Dalam hal ini meliputi segala aspek organisasi atau pribadi
individu yang belajar.
2. Sardiman A.M. mendefinisikan belajar itu
merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan
misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
3. S. Suryabrata mendefinisikan belajar itu merupakan suatu perubahan berupa
kecakapan baru melalui suatu usaha tertentu. Usaha tersebut dapat
diproleh melalui sebuah proses yang disebut pendidikan.
4. Ngalim Purwanto mengungkapkan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah
laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh
pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah
laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan,
kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.
5. M. Dalyono mengartikan belajar itu merupakan usaha melakukan perubahan
progressive dalam tingkah laku, sikap dan perbuatan. Dengan begitu, melalui
belajar anak diharapkan dapat mengalami peningkatan kepribadian yang
diinginkan.
|
7. Ahmad Thonthowi mendefinisikan belajar merupakan perubahan tingkah laku
karena latihan dan pengalaman.
8. Wasty Soemanto mendefinisikan belajar itu merupakan suatu proses yang
berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk
perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
9. Whittaker O. James, “learnig may be defined as the process by which behavior
originates or is altered through training or experience”. Artinya, belajar itu
merupakan proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan
atau pengalaman.
10.
Crounbach
J. Lee
: “Learning is shown by change in behavior as a result of experience”. Dengan
demikian belajar yang efektif dapat di peroleh melalui pengalaman. Dalam proses
belajar seseorang berinteraksi langsung dengan obyek belajar dengan menggunakan
semua alat indranya.
11. Kingsley L. Howard : “Learning is the process by which behavior (in the
broader sense) is originated or changed thorough practiceor training. Artinya,
belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam artian luas) ditimbulkan atau
diubah melalui praktek atau latihan.
12. Barlow Daniel Lenox : “Learning is a process of
progressive behavior adaptation”. Artinya, belajar merupakan suatu proses
adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif.
|
“Belajar
itu merupakan perubahan tinggah laku yang bersifat progresif yang didapat
melalui pengalaman langsung dengan melibatkan kemampuan panca indranya
dalam menangkap dan mencerna informasi yang didapat dari lingkungannya”.
Perubahan perilaku dalam proses belajar adalah akibat dari interaksi dengan
lingkungan. Interaksi ini biasanya berlangsung secara disengaja.
Kesengajaan
itu sendiri tercermin dari adanya faktor-faktor berikut :
1. Kesiapan (readiness); yaitu kapasiti
baik fisik maupun mental untuk melakukan sesuatu
2. Motivasi ; dorongan dari dalam diri
sendiri untuk melakukan sesuatu
3. Tujuan yang ingin dicapai
Ketiga faktor di atas mendorong
seseorang untuk melakukan proses belajar
B. Landasan Filosofis Belajar
Landasan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah
landasan diartikan sebagai alas, dasar atau tumpuan. Adapun istilah landasan
sebagai dasar dikenal pula sebagai pondasi. Mengacu kepada pengertian tersebut,
kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alas atau dasar pijakan dari
suatu hal, suatu titik tumpu atau titik
tolak dari suatu hal, atau suatu pondasi
tempat berdirinya suatu hal.
Sedangkan filosofis di
dalam kamus besar bahasa indonesia artinya berdasarkan pengetahuan dan
penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada,sebab,asal dan
hukumnya serta pemikiran berdasarkan logika.
Kata filosofis
berasal dari bahasa yunani filos artinya cinta dan shopia artinya kebijaksanaan
, secara maknawi filosopis adalah suatu
pengetahuan untuk memahami hakikat suatu kebenaran dan kebijaksanaan.
Jadi,
dapat kita simpulkan bahwa arti dari landasan filosofis belajar ialah bahwa
belajar itu harus bagi manusia karena manusia adalah makhluk premis mayor yang
artinya manusia harus dididik. Manusia diwajibkan belajar untuk mengetahui
segala sesuatu di alam ini. Tanpa adanya proses belajar tak akan ada ilmu
pengetahuan.
|
C.Landasan Teologis Belajar
Secara teologis
belajar adalah suatu keharusan bagi setiap manusia. Karena dengan belajar
berarti manusia berfikir. Allah mengistimewaan manusia dengan memberi akal
fikiran sehat dan kesempurnaan bentuk penciptaannya di bandingkan makhluk hidup
lainnya. sebagaimana allah berfirman dalam( Q.S.95:4)
Dengan
kemampuan berfikir tersebut manusia harus mampu menggunakannya dengan cara
belajar memahami,mengetahui dan memaknai suatu hal.Dengan belajar manusia mampu
mencapai kesempurnaan hidup baik dalam hubungannya dengan sang kholik,sesama
manusia,dan dengan alam.
Kewajiban kita untuk belajar dan berfikir tercantum dalam :
A.
Q.S.Az-Zumar
: 9 yang artinya : “ katakanlah : apakah sama orang-orang yang mengetahui
dengan orang yang tidak mengetahui ? sesungguhnya orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran”
B.
Q.S.Al-mujadilah
: 11 yang artinya : “Allah akan meninggikan orana-orang yang beriman diantara kamu dan
orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat “
C. Nabi Muhammad SAW bersabda :
“mentuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”
BAB III
PENUTUP
A .KESIMPULAN
Belajar adalah suatu hal yang paling
mendasar dalam kehidupan ini, karena dengan belajar kita bisa mengetahui apa
yang belum diketahui sebelumnya. Selain itu belajar adalah modal dasar
terciptanya ilmu pengetahuan di dunia ini. Berdasarkan landasan filosofis
manusia adalah makhluk premis mayor, yaitu makhluk yang bisa dididik untuk membentuk
suatu karakter dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang cerdas dengan
melalui proses belajar. Sedangkan berdasarkan landasan teologis belajar
merupakan suaatu kewajiban bagi setiap manusia, karena manusia adalah makhluk
yang mempunyai akal fikiran sehat dibandingkan dengan hewan atau makhluk hidup
lainnya.
B. SARAN
Saran
yang ingin penulis sampaikan adalah jika terdapat kesalahan dalam pembuatan
makalah ini baik penulisan atau susunan kata, kami harapkan agar pembaca dapat
memakluminya karena kami masih dalam tahap pembelajaran. Kritik dan saran akan
kami terima dengan lapang dada.
|
DAFTAR PUSTAKA
Assegaf, Abd. Rahman.2005.Pendidikan
Islam Integratif.Jogjakarta:Pustaka Pelajar
Ali, Drs. H. Muhammad.1987.Guru
dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru Algesindo
http://abdundari.blogspot.com/2009/05/makalah-dengan-judul-landasan-filosofi.html
http://rhazhie.blogspot.com/2012/10/makalah-teori-belajar-menurut-aliran.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar