gerak

saya persembahkan tulisan-tulisan yang menarik. SELAMAT MEMBACA

in memorian tasik

in memorian tasik
ai'haty

Sabtu, 24 Mei 2014

KONSEP DASAR BELAJAR



BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Belajar merupakan aktifitas individu yang melakukan belajar, yaitu proses kerja faktor internal. Menurut Peaget belajar adalah proses penyesuaian atau adaptasi melalui asimilasi dan akomodasi antara stimulasi dengan unit dasar kognisi seseorang yang oleh Peaget menjadi schema. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika yang bersangkutan dapat menunjukkan perubahan perilakunya.
Proses belajar dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Belajar adalah mengubah tingkah laku siswa dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan tugas guru adalah mengontrol stimulus dan lingkungan belajar agar perubahan mendekati tujuan yang diinginkan, dan guru pemberi hadiah siswa yang telah mampu memperlihatkan perubahan bermakna sedangkan hukuman diberikan kepada siswa yang tidak mampu memperlihatkan perubahan makna.
Oleh karenanya, dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran kelompok  kami menyusun makalah Konsep Dasar Belajar dengan Landasan Teologis dan Landasan Filosofisnya.


B. Rumusan Masalah

            Adapun masalah-masalah yang dapat dirumuskan dari pemaparan di atas antara lain :
1.      Apakah yang dimaksud dengan belajar ?
  1. Apa landasan teologis yang terkait dengan belajar ?
  2. Apa landasan filosofis yang terkait dengan belajar ?

C. Tujuan

1.      untuk mengetahui arti belajar
2.      untuk memahami pentingnya belajar
3.      untuk mengetahui manfaat belajar







2
 


1
 
 

 


D.  Manfaat Makalah

               Adapun manfaat penyusunan makalah ini bagi penulis ialah sebagai media untuk menambah pengetahuan tentang arti belajar. Dan penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menunjang materi perkuliahan belajar dan pembelajaran.



















BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Belajar

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kata belajar berasal dari kata “ajar” yang artinya petunjuk yang diberikan kepada orang lain supaya diketahui. Kata ajar tersebut diberi imbuhan awal be- menjadi belajar yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan.
Belajar merupakan kunci yang paling penting dari setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan, misalnya psikologi pendidikan dan psikologi belajar.
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan karena kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari makhluk-makhluk lainnya, sehingga ia terpilih sebagai khalifah di muka bumi ini. Melalui belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting dalam hidupnya.
       Belajar adalah kegiatan yang berproses dalam menggunakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun berada di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.
Oleh karenanya, pemahaman yang benar mengenai belajar dengan segala aspekdan  bentuk mutlak diperlukan oleh para pendidik. Kekeliruan atau ketidak lengkapan persepsi mereka terhadap proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya mungkin akan mengakibatkan kurang bermutunya hasil belajar yang dicapai peserta didik.
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata menghapalkan atau mengumpulkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau meteri pelajaran. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang di ajarkan oleh pengajar.
3
 
Menurut teori humanistime, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar berhasil jika si pelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri.Teori ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidikan ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu mewujudkan potensi yang ada pada dirinya.
4
 
Disamping itu, ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan biasa seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis. Berdasarkan persepsi semacam ini, biasanya mereka akan merasa cukup puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniyah tertentu walaupun tanpa pengetahuan mengenai arti, hakikat dan tujuan keterampilan tersebut. Untuk menghindari ketidaklengkapan persepsi tersebut, selanjutnya akan disajikan beberapa defenisi dari para ahli yang diantaranya sebagai berikut :
1. S. Nasution M.A., mendefenisikan belajar sebagai perubahan kelakuan, pengalaman dan latihan. Jadi belajar membawa suatu perubahan pada diri individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai sejumlah pengalaman, pengetahuan, melainkan juga membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, minat, penyesuaian diri. Dalam hal ini meliputi segala aspek organisasi atau pribadi individu yang belajar.
2. Sardiman A.M. mendefinisikan belajar itu merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
3. S. Suryabrata mendefinisikan belajar itu merupakan suatu perubahan berupa kecakapan baru melalui suatu usaha tertentu. Usaha tersebut dapat diproleh melalui sebuah proses yang disebut pendidikan.
4. Ngalim Purwanto mengungkapkan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.
5. M. Dalyono mengartikan belajar itu merupakan usaha melakukan perubahan progressive dalam tingkah laku, sikap dan perbuatan. Dengan begitu, melalui belajar anak diharapkan dapat mengalami peningkatan kepribadian yang diinginkan.

5
 
6. Dr. Oemar Hamalik menjelaskan belajar merupakan proses penerimaan pengetahuan yang diserap dari lingkungan peserta didik dengan pengamatan yang dibantu melalui panca indranya.      
7. Ahmad Thonthowi mendefinisikan belajar merupakan perubahan tingkah laku karena latihan dan pengalaman.
8. Wasty Soemanto mendefinisikan belajar itu merupakan suatu proses yang berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
9. Whittaker O. James, “learnig may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience”. Artinya, belajar itu merupakan proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
10. Crounbach J. Lee : “Learning is shown by change in behavior as a result of experience”. Dengan demikian belajar yang efektif dapat di peroleh melalui pengalaman. Dalam proses belajar seseorang berinteraksi langsung dengan obyek belajar dengan menggunakan semua alat indranya.
11. Kingsley L. Howard : “Learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed thorough practiceor training. Artinya, belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam artian luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
12. Barlow Daniel Lenox : “Learning is a process of progressive behavior adaptation”. Artinya, belajar merupakan suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif.











6
 
Dari pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut :
“Belajar itu merupakan perubahan tinggah laku yang bersifat progresif yang didapat melalui pengalaman langsung dengan  melibatkan kemampuan panca indranya dalam menangkap dan mencerna informasi yang didapat dari lingkungannya”. Perubahan perilaku dalam proses belajar adalah akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi ini biasanya berlangsung secara disengaja.
Kesengajaan itu sendiri tercermin dari adanya faktor-faktor berikut :
1.      Kesiapan (readiness); yaitu kapasiti baik fisik maupun mental untuk melakukan sesuatu
2.      Motivasi ; dorongan dari dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu
3.      Tujuan yang ingin dicapai
Ketiga faktor di atas mendorong seseorang untuk melakukan proses belajar

B. Landasan Filosofis Belajar

Landasan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah landasan diartikan sebagai alas, dasar atau tumpuan. Adapun istilah landasan sebagai dasar dikenal pula sebagai pondasi. Mengacu kepada pengertian tersebut, kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alas atau dasar pijakan dari suatu  hal, suatu titik tumpu atau titik tolak dari suatu  hal, atau suatu pondasi tempat berdirinya suatu hal.
Sedangkan filosofis  di dalam kamus besar bahasa indonesia artinya berdasarkan pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada,sebab,asal dan hukumnya serta pemikiran berdasarkan logika.
Kata filosofis berasal dari bahasa yunani filos artinya cinta dan shopia artinya kebijaksanaan , secara maknawi filosopis adalah  suatu pengetahuan untuk memahami hakikat suatu  kebenaran dan kebijaksanaan.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa arti dari landasan filosofis belajar ialah bahwa belajar itu harus bagi manusia karena manusia adalah makhluk premis mayor yang artinya manusia harus dididik. Manusia diwajibkan belajar untuk mengetahui segala sesuatu di alam ini. Tanpa adanya proses belajar tak akan ada ilmu pengetahuan.


7
 
 

C.Landasan Teologis Belajar

Secara teologis belajar adalah suatu keharusan bagi setiap manusia. Karena dengan belajar berarti manusia berfikir. Allah mengistimewaan manusia dengan memberi akal fikiran sehat dan kesempurnaan bentuk penciptaannya di bandingkan makhluk hidup lainnya. sebagaimana allah berfirman dalam( Q.S.95:4)
Dengan kemampuan berfikir tersebut manusia harus mampu menggunakannya dengan cara belajar memahami,mengetahui dan memaknai suatu hal.Dengan belajar manusia mampu mencapai kesempurnaan hidup baik dalam hubungannya dengan sang kholik,sesama manusia,dan dengan alam.
Kewajiban kita untuk belajar dan berfikir tercantum dalam :
A.    Q.S.Az-Zumar : 9 yang artinya : “ katakanlah : apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui ? sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”
B.     Q.S.Al-mujadilah : 11 yang artinya : “Allah akan meninggikan orana-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat “
C.     Nabi Muhammad SAW bersabda : “mentuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”










BAB III

PENUTUP

A .KESIMPULAN

Belajar adalah suatu hal yang paling mendasar dalam kehidupan ini, karena dengan belajar kita bisa mengetahui apa yang belum diketahui sebelumnya. Selain itu belajar adalah modal dasar terciptanya ilmu pengetahuan di dunia ini. Berdasarkan landasan filosofis manusia adalah makhluk premis mayor, yaitu makhluk yang bisa dididik untuk membentuk suatu karakter dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang cerdas dengan melalui proses belajar. Sedangkan berdasarkan landasan teologis belajar merupakan suaatu kewajiban bagi setiap manusia, karena manusia adalah makhluk yang mempunyai akal fikiran sehat dibandingkan dengan hewan atau makhluk hidup lainnya.

B. SARAN

Saran yang ingin penulis sampaikan adalah jika terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini baik penulisan atau susunan kata, kami harapkan agar pembaca dapat memakluminya karena kami masih dalam tahap pembelajaran. Kritik dan saran akan kami terima dengan lapang dada.







 




8
 
 

DAFTAR PUSTAKA

 

Assegaf, Abd. Rahman.2005.Pendidikan Islam Integratif.Jogjakarta:Pustaka Pelajar
Ali, Drs. H. Muhammad.1987.Guru dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru Algesindo
http://abdundari.blogspot.com/2009/05/makalah-dengan-judul-landasan-filosofi.html
http://rhazhie.blogspot.com/2012/10/makalah-teori-belajar-menurut-aliran.html












Tidak ada komentar:

Posting Komentar