gerak

saya persembahkan tulisan-tulisan yang menarik. SELAMAT MEMBACA

in memorian tasik

in memorian tasik
ai'haty

Sabtu, 24 Mei 2014

SMA PLUS DARUSSALAM



SMA Plus Darussalam



Satu hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya. Bahkan, seperti yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hielmy (Alm)-pendiri Pesantren Modern Darussalam yang selalu mengajarkan kebersahajaan- setiap kali menerima kunjungan tamu, selalu disambut dengan kalimat yang sama, seolah menegaskan bagaimana seharusnya santri Darussalam mengambil posisi dengan kerendah-hatian, "selamat datang di tempat kami, pesantren yang sangat sederhana."



Ihwal kebersahajaan dan kesederhanaan Darussalam ternyata sama tuanya dengan sejarah pesantren ini. Nun di paruh 1929, 84 tahun silam, K.H. Ahmad Fadlil (wafat th. 1950), ayahanda K.H. Irfan Hielmy (wafat th. 2010), memulai kisah kebersahajaan dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang pertama kali mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak hanya diajari ilmu-ilmu agama, akan tetapi diajak mengolah sawah, bercocok tanam dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan masjid. Pesantren Tjidewa, sebutan untuk komunitas baru itu, dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar dan lebih banyak lagi santri yang mondok.

Adalah suami-istri Mas Astapradja dan Siti Hasanah yang mewakafkan tanahnya di Kampung Kandanggajah, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis Jawa Barat kepada K.H. Ahmad Fadlil. Dibantu oleh masyarakat dan santri, Pesantren Tjidewa menapaki guratan sejarah dengan optimisme menghilangkan benalu yang menempel dalam ajaran islam.

Menjelang proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, di Pesantren Tjidewa sudah mondok 400 orang santri yang mengaji ilmu tafsir, ilmu hadits, sejarah dan perbandingan madzhab, di samping kitab-kitab ilmu sharaf dan ilmu nahwu.

Keputusan K.H. Ahmad Fadlil dengan hanya menerima santri putra tidak terlepas dari kondisi saat itu yang tidak bisa terlepas dari kontelasi keamanan akibat penjajahan Belanda. Akan tetapi karena didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari cengkraman penjajah dan ditambah dengan meluapnya semangat santri untuk menghalau Belanda, K.H. Ahmad Fadlil juga mengajarkan strategi berdiplomasi mengatasi tekanan penjajah. Apalagi dengan kemampuannya berbahasa Belanda yang didapat dari kakeknya sejak di Sekolah Rakyat (Vervolg School)- dengan mudah bisa menyerap berbagai informasi yang kelak berguna sebagai modal berdiplomasi.

Lebih dari itu, penguasaan terhadap teks berbahasa Arab telah tampak sejak Ahmad Fadlil muda berhasil menghapalkan kitab-kitab seperti Jauharul Maknun, 'Uqudul Juman, Talkhisul Miftah dan syair-syair nya. Bahkan, pada usia 31 tahun ia telah berhasil menerjemahkan Qashidah Burdah karya Muhammad Said al-Busyiri. Sampai sekarang, Qashidah Burdah berbahasa sunda yang merupakan karya terjemahan masterpiece K.H. Ahmad Fadlil masih terdengar dibaca dan didendangkan oleh santri-santri di banyak pesantren tradisional terutama di Jawa Barat.

Melalui sejarah yang panjang (berdiri tahun 1929 oleh K.H. Ahmad Fadlil), kini Pondok Pesantren Darussalam telah berkembang dan mencapai kemajuan yang sangat menggembirakan. Pondok Pesantren yang pada awal berdirinya hanya memiliki sebuah rumah tempat tinggal Kiayi, sebuah masjid dan sebuah asrama (pondok) yang sederhana, kini telah memiliki fasilitas bangunan yang relatif lengkap dan beberapa diantaranya cukup megah.

Disamping peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan untuk santri, hal yang sangat penting lain adalah pengembangan sistem pendidikannya. ketika di banyak Pondok Pesantren lain masih mengkhususkan pada pengajian kitab, Pesantren Darussalam mulai merintis untuk menyelenggarakan pendidikan formal. Maka sejak dasawarsa 60-an, Pesantren Darussalam mulai memodernisasikan sistem pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan formal.

Pada tahun 1967, mulai dirintis penyelenggaraan sistem pendidikan modern dengan mengadaptasi model klasikal dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dar mulai Taman Kanak-kanak (TK) (di Pesantren Darussalam disebut Raudlatul Athfal/RA) hingga perguruan tinggi telah ada di pesantren ini.

Lembaga pendidikan formal yang pertama didirikan adalah Raudlatul Athfal (Taman Kanak-kanak) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah/MI (setingkat SD), lalu Madrasah Tsanawiyah Darussalam/MTsD (setingkat SMP) pada tahun 1968. kemudian berdiri Madrasah Aliyah Negeri Darussalam (setingkat SMA) pada tahun 1969. Selanjutnya didirikan SMA Plus Darussalam yang merupakan lembaga pendidikan swasta pada tahun 2003. Sedangkan Pendidikan Tinggi (PT) di Pondok Pesantren Darussalam adalah berbentuk Institut yang didirikan pada tahun 1970, dengan nama Institut Agama Islam Darussalam (IAID) yaitu Perguruan Tinggi Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Disamping itu, pada tahun 1995 diselenggarakan pula Ma'had 'Aly, yaitu pendidikan tinggi Pesantren Darussalam. Mahasantri Ma'had 'Aly ini terdiri dari lulusan Madrasah Aliyah dan para mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam dari berbagai fakultas yang memenuhi persyaratan, diantaranya telah mampu membaca kitab-kitab kuning.

Lokasi
SMA Plus Darussalam
Jl. Kyai Ahmad Fadlil II Ponpes. Darussalam
Ciamis - Jawa Barat 46271

Visi, Misi dan Tujuan
Visi 
Unggul dalam logika, etika, dan estetika secara  profesional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya


Misi
1. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama.
2. Membentuk kepribadian unggul dan tangguh yang dilandasi iman dan taqwa.
3. Meningkatkan kinerja profesional dalam pelaksanaan proses pendidikan pada setiap komponen sekolah.
4. Menumbuhkan minat dan prestasi belajar dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan sumber daya belajar.
5. Menciptakan manajemen sekolah yang terbuka.
6. Mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh komponen yang terkait.
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan demokratis.
8. Memberdayakan semua komponen sekolah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menumbuhkan apresiasi seni.
10. Menumbuhkan budaya tertib, budaya bersih, dan peduli lingkungan.

Kurikulum Sekolah

  • Kurikulum SMA Plus Darussalam berdasarkan kurikulum nasional (KTSP 2006) yang dipadukan dengan kurikulum pesantren modern dengan dukungan Perpustakaan Terpadu Pesantren dengan berjaringan internet dengan koleksi buku/kitab yang berkualitas baik koleksi manual maupun digital.
  • Kurikulum Ketrampilan Fungsional : Kepemimpinan (leadership), Ketrampilan Bahasa Asing (Arab dan Inggris), Ketrampilan Komputer.
  • Kurikulum Ekstrakurikuler (Ekschool) untuk pilihan sesuai minat:
    1. Pramuka
    2. Paskibra
    3. PMR/BSM
    4. Sepak Bola
    5. Bola Volley
    6. Bola Basket
    7. Bulu Tangkis Indoor
    8. Tenis Meja
    9. Karya Ilmiah Remaja (KIR)
    10. Baju Kopral (Jurnalistik Praktis)
    11. Teater (Teater Faslah)
    12. Bela Diri (Saslarida)
    13. Seni Musik (Band, Kasidah Modern/Rebana, dan jenis musik lain).
    14. Ketrampilan Komunikasi (Ceramah/Pidato/Khutbah).
    15. Arabic And English Club.
Prestasi
Beberapa Prestasi yang diraih :
  1. Juara 1 Nasional Karya Tulis Ilmiah Peduli Pendidikan DPP PKS tahun 2006.
  2. Juara II Olimpiade Matematika SLTA Se Kab. Ciamis.
  3. Utusan Kab. Ciamis Olimpiade Matematika SLTA Se Jawa Barat th. 2006.
  4. Juara II Karya Tulis Ilmiah Perjuangan DPC PDIP Kab. Ciamis 2006.
  5. Jurara II Cyradika SLTA Se Kab. Ciamis tahun 2006.
  6. Juara II Tenis Meja antar SLTA Se Kab. Ciamis tahun 2006.
  7. Juara II Zona Ciamis Lomba Cerdas Cermat Ujian Nasional tahun 2007
  8. Juara I lomba karya tulis ilmiah DPP PKS tahun 2008
  9. Juara II lomba karya tulis ilmiah Ar-Risalah Fair tahun 2008
  10. Juara III Seleksi Siswa Berprestasi  Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2009
  11. Juara  II Lomba Karya Tulis Ilmiah antara SLTA KPM Galuh Rahayu 2010
  12. Juara 1 Volly Ball Putri Kantata Center tahun 2010
  13. Juara 1 Komite Putri Min 55 Putri BKC Ciamis Tingkat Pelajar se Kab Ciamis tahun 2010.
  14. Juara 1 Tenis Meja Putri antar SLTA se Kab. Ciamis tahun 2010
  15. Peserta Terpilih Pertukaran Pelajar ke Jepang dari Propinsi Jawa Barat tahun 2011.
  16. Juara Harapan III Lomba Pidato antar SLTA Se Kab Ciamis tahun 2011
  17. Juara  3 Olimpiade Sains Fisika se Kab Ciamis tahun 2011
  18. Perwakilan Kab. Ciamis Olimpiade Sains Fisika se Jawa Barat tahun 2011
  19. Juara 1 Olimpiade Sains Ekonomi se Kab Ciamis tahun 2012
  20. Perwakilan Kab. Ciamis Olimpiade Sains Ekonomi se Jawa Barat tahun 2012
  21. Juara II Story Telling antar SMA/MA/sederajat se-Priangan Timur
  22. Juara 1 Olimpiade Ekonomi antar SMA/MA Se-Jawa Barat  tahun 2012
  23. Juara Harapan LCC Ekonomi anta SMA/MA se-Jawa Barat tahun 2012





Fasilitas

Asrama
Aula
Perputakaan sekolah
Perpustakaan terpadu Pesantren
Lab Bahasa
Lab Komputer
Lab Geografi
Fasilitas Olah raga, seni, dll.
Studio Musik (di pesantren).
Hotspot Area

Dewan Guru dan Staff


dewan guru SMA Plus Darussalam

Tenaga Pengajar SMA Plus Darussalam adalah lulusan Magister (S2), Strata 1 (S1) yang ahli di bidangnya.

Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd
Hj. Ani Hafni, ZFL. Dra., M.Pd.I
Drs. A. Zaeni
Ubad Badrudin, Drs
Idan Nurdiana, S.Pd
Dr. Sumadi, M.Ag
Agus Ismail, S.Pd
Heni Herlina, S.Sos
Drs. H. Soefyan Saori
Undang, S.Pd
Sofia Ratna Awaliyah F, S.Pd.I.,  M.Pd.I.
Rina Sri Maryana, S.Pd
Tarmid, S.Pd.I
Aas Hasan Basri, S.Th.I., M.Pd.I.
Asri Nurlaelatul Asriah, S.Pd
Alifa Baiduri Hayatunnufus, S.S
Iwan Setiawan, S.Sos.I
Yunie Anggraenie, S.Pd.I
Lilis Nurteti, S.Pd.I. M.Pd
Rohmat Mutiah, Dra
Muminah, S.Pd, M.P,Kim
Muhammad  Abdul Roji, SE
Lina Marliani, S,Pd
Nur Fitri Yulia Samsi, S.PdI
Rina Yulistiana, S.Pd
Emalia Ulfah, S.E
Muhammad Muhaemin
Tatun Madyatun Halimah
Sidik Nuryusupiandi
Sri Rafidah N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar